Senin, 17 Februari 2014

Cerpan Remaja

Cinta Dibalik kesederhanaan
      


        Senin, 16 Juli, 2013. Suatu hari yang cerah saat hari pertama masuk sekolah. Aku bersekolah di salah satu SMP di Tegallalang. Saat pembagian kelas aku mendapat kelas 7e.
“Hai, perkenalkan namaku Anton Jaya Saputra”
“Hai juga namaku, Adnyana Dinata”
“perkenalakan juga namaku, Bayu Wisesa”.
Begitulah suasana saat aku berkenalan dengan teman sekelasku. Salain dengan Anton, Bayu dan beberapa teman lainya, saat itu aku juga sempat berkenalan dengan seorang siswi cantik bernama Renia Safitri, atau Gek Nia.

       Ya, Gek Nia. Ia adalah seorang siswi yang sekelas denganku. Memang saat pertama bertemu aku hanya menganggap dia sebagai teman biasa. Tapi, seiring berjalanya waktu aku mulai merasakan hal lain padanya. Setiap melihatnya dalam hati aku berkata “Gek Nia, bagai mana ya kalau aku menjadi pacarmu”. Selain itu setiap saat selau terlintas dalam benaku tentang seorang Gek Nia yang cantik, bekulit putih, tubuh tinggi langsing, dan rambut hitam panjang, dan sifatnya yang ceria. Karena rasa ini terus aku rasakan dalam hati kau mulai bertanya “Oh tuhan, apakah ini yang dinamakan cinta”. Maklum umurku masih 12 tahun, jadi belum tau rasanya cinta.

       Namun, aku merasa kurang pantas untuknya, karena aku yang berkulit sawo matang, tubuhku yang kurus, sifat ku yang pemalu dan sedikit terlihat cupu. Oleh karena itu, aku tidak berani mengungkapkan perasaan yang telah lama bersarang di hatiku. Tapi, aku berfikir, mungkin saja rasa ini datang dan pergi begitu saja. Tapi aku salah, ternyata rasa ini terus menggelayut di hatiku. Akupun mulai menghilangkan perasaanku dengan cara yang positif, seperti membaca buku ataupun menulis, baik menulis cerpen maaupun surat. Sampai akhirnya akupun ikut OSIS. Aku ikut OSIS karena aku ingin, belajar berorganisasi, belajar disiplin, belajar bergaul, dan mem perbaiki sifatku yang pemalu.

       Setelah sekian lama menjadi OSIS, banyak hal yang berubah dalam diriku. Seperti, lebih disiplin, berani mengusulkan pendapat, dan lebih. Namun, ada satu hal yang sama sekali tidak berubah dalam diriku yaitu, rasa maluku dan perasaanku kepada Gek Nia. Ya, memang setelah sekian lama aku tidak bias menghilangkan rasa cintaku kepada siswi cantik ini. Sampai salah satu temanku yang bernama Devi Dianantari mengetahui perasaanku kepada Gek Nia melalui surat-surat yang aku tulis untuk Gek Nia.       
“Eh.. Adnyana, kamu benar suka sama Gek Nia?.” Tanya devi kepadaku.
“Ya..” Jawabku.
“Kalau kamu suka sama Gek Nia, kamu harus hati-hati”
“Hati-hati bagaimana?.” Tanyaku penasaran.
“Soalnya, Gek Nia sudah punya pacar.” Jawab devi.
Seketika itu juga hatiku serasa dipukul.dengan perasaan yang tidak karuan akupun kembali bertanya kepada devi.
“Terus siapa pacar Gek Nia?”
“Katanya sih kelas 8 namanya Suryana Wibawa”
Hatiku semakin sakit, setelah mendengar bahwa Suyana yang menjadi pacar Gek Nia, karena ia adalah temanku yang menjadi OSIS kelas 8. Apalagi melihat mereka berdua bermesraan di tangga samping kelasku, hatiku serasa tertusuk melihat peristiwa itu. Mungkin selama ini aku benar, Gek Nia tidak pantas untuk orang sepertiku.

         Rasanya memang Suryanalah yang lebih pantas untuk Gek Nia. Melihat tubuhnya yang gagah, badanya besar berotot, dan sifatnya yang pemberani. Sehingga ia menjadi idaman para wanita. Jauh sekali dengan diriku yang berbadan kurus dan pemalu. Akupun pasrah pada takdir, melihat orang yang kita cintai telah menjadi milik orang lain. Akupun berusaha menghilangkan rasa ini dengan membaca buku atau kegiatan lainya. Tapi, perasaan ini tak bisa hilang dari otaku. Sampai pada suatu hari aku melihat Gek Nia menangis di tangga samping kelasku.
“Gek Nia, ngapain nangis disini?.” Tanyaku padanya.
“Adnyana, aku nangis karena suryana selingkuh” Jawabnya sambil menagis.
“Tenang mungkin kau hanya salah pilih pacar” lanjutku untuk menghibur dirinya.
Setelah sekian lama Gek Nia curhat kepadaku dan juga ia telah berhenti menangis, aku memberanikan diri untuk mengatakan
“Gek Nia, mungkin bagimu ini terlalu cepat setelah kau putus dengan Suryana, tapi aku sudah memendam perasaan ini sudah sejak lama”
“perasaan apa?” Tanya Gek Nia penasaran.
“Aku sebenarnya ci… ci… cinta sama kamu” Kataku gugup saat menyampaikan perasaan ku kepadanya.
“mau enggak kamu jadi pacarku?” Lanjutku.
Saat itu juga aku merasa senang, karena aku berhasil melawan rasa maluku dan menyampaikan perasaanku keada Gek Nia. Setelah beberapa menit akhirnya ia menjawab.
“Mau” Jawabnya sambil tersenyum
“Aku sebenarnya juga suka sama kamu, tapi aku tak berani mengukapkan isi hatiku” Lanjutnya.
“Terus, kenapa Gek Nia bisa pacaran dengan suryana?”
“Soalnya, dia yang nembak duluan. Dan nembaknya didepan orang banyak dan aku enggak berani nolak. Tapi sekarang ia selingkuh dengan perempuan lain”
“Tenang, ka nada aku yang akan selalu setia di samping mu”
Hatiku semakin senang karena aku telah berhasil nembak Gek Nia dan dia sudah resmi menjadi pacarku. Sejak hari itu aku dan Gek Nia sering curhat-curhatan, diskusi belajar, atau hanya sekedar duduk berduaan sambil ngobrol. Kisah ini pun mengajarkan ku, sebenarnya bukan kesempurnaan yang membuat cinta tapi, cintalah yang membuat sesuatu menjadi sempurna.


****TAMAT***

1 komentar: